Welcome...Thanks for your visit....
Blog ini berisi informasi seputar Bayi, Balita, Batita, Kehamilan, Ibu Menyusui, Keluarga, Kesehatan, Kuliner, dll
--- Scroll ke bawah utk melihat Index atau Klik Tab2 dibawah ini ...

Friday, March 2, 2012

Trik Curi Waktu untuk Orangtua Sibuk


Hubungan harmonis antara orangtua dan anak menjadi dambaan setiap keluarga. Sayangnya, keinginan ini kerapkali bertolak-belakang dengan kenyataan. Kesibukan orangtua bekerja seringkali menjadi penyebab utama anak kurang mendapatkan perhatian dan curahan kasih sayang. 


Menurut survei yang dilakukan merek wafer Oreo bekerja sama dengan Ipsos, 50 persen orangtua kebanyakan menghabiskan waktunya untuk bekerja dibandingkan memiliki waktu khusus dengan anak-anaknya. Survei ini dilakukan di 20 negara, termasuk Indonesia.


"Kemacetan juga menyebabkan orangtua tidak punya banyak waktu dengan anak-anaknya, sehingga mereka pulang, anak-anak sudah tidur," ungkap psikolog Anna Surti Ariani MPsi, dalam acara yang diadakan Oreo beberapa waktu lalu di Kemang, Jakarta Selatan.


Anna menambahkan, dalam 24 jam, setiap harinya, para orangtua seharusnya mampu memaksimalkan waktu bersama anak-anaknya. Orangtua hanya perlu jeli mencari peluang meningkatkan kebersamaan, bukan hanya di akhir pekan. Setiap saat mulai bangun tidur sampai malam, orangtua bisa mencuri waktu untuk memberikan perhatian kepada anak.


"Orangtua harus pintar mencuri-curi waktu disela kesibukannya untuk memberi perhatian pada anak, agar anak juga merasa disayangi tak hanya secara ekonomi tapi juga secara mental," tukasnya. 


Orangtua harus melakukan pendekatan yang berkualitas terhadap anak-anaknya dengan berinteraksi, komunikasi serta memberikan perhatian. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua bekerja, untuk tetap bisa mencurahkan perhatian dan menghabiskan waktu semaksimal mungkin dengan anak disela-sela kesibukannya.


1. Bangun tidur.
Saat pagi hari biasanya semua anggota keluarga terutama orangtua akan mulai sibuk untuk bersiap-siap bekerja dan anak-anak bersekolah. "Jika biasanya selalu terburu-buru, maka usahakan untuk bangun lebih pagi dan biasakan untuk sarapan bersama," sarannya. 


Jangan lupa mengajak anak membuat sarapan untuk disantap bersama. Sarapan akan terasa lebih menyenangkan jika dilakukan bersama, penuh canda, disisipi motivasi dan kata-kata penuh semangat dari orangtua untuk anak-anaknya.


Tak ada salahnya juga sembari sarapan dan bercakap-cakap, Anda bisa membantu si kecil untuk merapikan rambut. Misalnya membantu mengepang rambut anak perempuan Anda. "Bagi anak, rambut yang dikepang oleh ibunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri," tukasnya.


2. Mengantar anak.
Jika Anda bertugas mengantar anak pergi ke sekolah, curi beberapa waktu menyenangkan bersamanya. Lakukan beberapa permainan yang menggembirakan dan disukai anak-anak. Hindari penggunaan televisi di dalam mobil ketika sedang berada bersama anak-anak. Televisi bisa jadi salah satu "alat pembunuh" interaksi Anda dengan anak. Karena anak akan sibuk memerhatikan televisi dibandingkan berinteraksi atau sekedar ngobrol dengan Anda.


3. Saat bekerja.
Teknologi memang dapat membantu orangtua untuk mendekatkan diri dengan anak dalam jarak jauh. "Tak apa sesekali hubungi anak-anak saat mereka sudah pulang sekolah, mengajak mereka berkomunikasi sebentar saja," ujarnya. 


Namun yang harus diingat adalah jangan terlalu sering menelepon anak. Selain bisa mengganggu pekerjaan Anda, anak-anak juga akan merasa risih karena merasa terlalu dikontrol oleh orangtuanya. 


Kalau Anda memiliki bayi yang ditinggal di rumah dengan pengasuh atau keluarga, bangun kedekatan emosi dengan lebih sering memikirkan si kecil setiap saat. Ikatan emosional ibu dan anak akan terjalin melalui pikiran.


4. Makan malam, santai bersama.
Ciptakan kesempatan baik untuk mempererat hubungan keluarga dengan makan malam bersama. Seringkali waktu makan malam ini terlewatkan karena orangtua bekerja kerap terjebal kemacetan atau bekerja lembur di kantor. 


Kalau kesempatan makan malam bersama terlewatkan, usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan anak melalui ponsel. Bahas beberapa hal ringan seperti "Sudah makan atau belum?", atau "Makan apa?"


Jika memungkinkan untuk pulang lebih awal dan makan malam dirumah, usahakan juga luangkan waktu untuk bersantai bersama anak-anak. Tinggalkan sejenak pekerjaan tambahan dirumah, atau matikan saja ponsel Anda agar waktu bersama anak tak terganggu.  


Lakukan beberapa permainan menyenangkan bersama anak, atau hanya sekedar ngobrol bareng. Sebaiknya hindari nonton televisi karena hal ini bisa mengurangi interaksi antar anggota keluarga. 


"Jika anak masih berusia di bawah dua tahun jangan biasakan menonton televisi bersama mereka. Kebiasaan menonton televisi bisa Anda lakukan bersama anak di atas usia enam," bebernya.


5. Tidur.
Jika setelah pulang kerja lembur Anak Anda belum tidur, manfaatkan momen ini bersamanya. Luangkan waktu untuk membacakan mereka sebuah dongeng atau buku cerita. 


"Gunakan intonasi suara untuk masing-masing peran, agar anak tertarik untuk mendengar cerita Anda," ujarnya. 


Cara lainnya, berikan anak pelukan serta ciuman sebelum tidur. Cara ini akan membantu anak untuk lebih memaham bahwa meski sibuk, orangtuanya tetap memperhatikan mereka. Pelukan dan ciuman juga bisa dilakukan saat anak sudah tertidur, karena hal ini bisa membantu memberi bonding khusus antara orangtua dan anak.


6. Akhir pekan bersama.
Akhir pekan merupakan momen paling tepat untuk bersantai sekaligus mendedikasikan seluruh waktu untuk anak. Lakukan kegiatan yang bermanfaat bersama-sama, misalnya olahraga, memasak bersama, bermain atau bahkan mencuci mobil bersama. 


Aktivitas fisik yang dilakukan bersama-sama dengan anak tak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga memberikan rasa bahagia. Bahkan Anda juga dapat memanfaatkan momen ini untuk memberikan asupan sehat kepada anak. "Aktivitas fisik ini akan membuat anak lelah dan lapar. Sehingga berbagai makanan sehat seperti sayur yang tidak disukai anak akan lebih mudah masuk ke dalam perut mereka," pungkas Anna.




sumber : http://female.kompas.com