Welcome...Thanks for your visit....
Blog ini berisi informasi seputar Bayi, Balita, Batita, Kehamilan, Ibu Menyusui, Keluarga, Kesehatan, Kuliner, dll
--- Scroll ke bawah utk melihat Index atau Klik Tab2 dibawah ini ...

Thursday, October 21, 2010

Pentingnya Asam Folat Bagi Kehamilan



Sebagai salah satu zat gizi, asam folat dikenal sebagai bahan tambahan penting dalam suplemen bagi ibu hamil. Mengapa ia diperlukan?
Seringkali kita mendengar, dalam produk susu ibu hamil ditambahkan asam folat yang penting bagi pertumbuhan janin. Begitu pula ketika berkonsultasi dengan dokter kandungan maupun bidan, diberikan suplementasi multivitamin yang juga mengandung asam folat.
Jamaknya pemberian asam folat bagi ibu hamil tentu saja bukan tanpa alasan. Sebagaimana suplementasi zat gizi yang lain,  asam folat diberikan dalam jumlah yang dibutuhkan oleh ibu hamil.
Bukan hanya sebagai zat gizi yang dibutuhkan oleh janin, karena pada dasarnya asam folat juga dibutuhkan dalam kondisi tidak hamil atau sehari-hari. Namun pada kondisi kehamilan maupun persiapan kehamilan, wanita sebaiknya memenuhi kebutuhan asam folatnya.
“Prinsipnya, ibu hamil bertanggung jawab untuk mencukupkan kebutuhan dirinya sendiri akan asam folat sebagai persiapan melahirkan dan menyusui, berikut kebutuhan bayinya,” demikian ditegaskan kembali olehPritasari S.KM., M.Sc , konsultan gizi dari Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Jakarta II.
Mengapa asam folat dibutuhkan, berapa jumlah yang dibutuhkan dan darimana sumbernya? Berikut yang perlu diketahui mengenai asam folat.
Mengurangi Risiko Anemia dan Kecacatan
Asam folat sebenarnya adalah bagian dari vitamin B kompleks. Ya, dari bermacam komposisi vitamin B kompleks, salah satunya ada yang dikenal sebagai vitamin B9 atau folacin , dan asam folat merupakan bentuk alaminya.
Namun dalam perkembangannya, asam folat lebih dikenal sebagai unsur tersendiri karena fungsi utamanya yang cukup dominan. Artinya, meski termasuk kelompok vitamin B kompleks, ia lebih dikenal sebagai asam folat karena merupakan zat gizi yang vital.
Vitamin  larut air yang banyak dibutuhkan tubuh manusia ini, sangat berperan dalam berbagai proses metabolisme. Pada sel tubuh manusia, asam folat dibutuhkan sebagai co-enzim  dalam metabolisme asam amino. Bahan penting yang dibutuhkan sel-sel dalam pembentukan struktur tubuh janin.
Pada kondisi umum, anak-anak dan orang dewasa membutuhkan asam folat untuk memroduksi sel darah merah sehingga meningkatkan kadar Hb dan mencegah anemia.
Sedangkan pada kondisi kehamilan, asam folat bertambah  penting karena perannya dalam pembentukan sel-sel DNA dan RNA sebagai cikal bakal pertumbuhan seorang anak. Sebagai co-enzim , asam folat memiliki andil dalam pemindahan atom dan seterusnya, bertanggung jawab membuat metabolisme asam amino dalam sel berjalan baik. Sel-sel yang berbahan dasar protein tersebut, bisa bertumbuh seperti seharusnya.
Asam folat  juga sangat penting karena sifatnya menghambat secara signifikan zat teratogenik (bersifat pengganggu pembentukan sel jaringan janin),  ini dapat menekan kelainan pada janin terutama di periode pembentukan janin  pada masa kehamilan.
Meski tak bisa dikatakan sebagai satu-satunya pencegah kecacatan janin, namun paling tidak asam folat mampu mereduksi efek zat-zat yang merusak atau menghambat pertumbuhan janin seperti radikal bebas, zat artifisial yang tidak aman, racun dan polutan. Tanpa adanya asam folat, zat-zat teratogenik semakin tak terbendung merusak dan mengganggu proses dalam inti sel-sel yang sedang bertumbuh. Logikanya kalau zat yang mereduksi efek teratogenik kurang, maka kerusakan yang ditimbulkan akan semakin buruk.
Makanan Sumber Asam Folat
Memang selama ini asam folat lebih dikenal sebagai tambahan atau suplementasi dalam susu. Namun sebenarnya asam folat sendiri secara alami terkandung dalam makanan sehari-hari kita, seperti sayuran hijau, hati, daging, kacang, biji, dan sebagainya.
Dan, menurut tabel nutrisi makanan Indonesia, kandungan asam folat yang tinggi terkandung dalam hati ayam, rumput laut, kacang merah, dan kacang kedelai.
Berapa yang harus dikonsumsi? Menurut jurnal medis, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi asam folat setidaknya 300 m gram perhari. Ini juga merupakan cara untuk menekan risiko kelainan tabung syaraf NTDs (neural tube defects ) hingga 70 persen kelahiran. Kelainan sejak lahir ini termasuk ketidaksempurnaan perkembangan otak (anencephaly ) dan tulang  belakang (spina bifida ).
Untuk memenuhi angka ini, tidak harus dengan suplementasi (tablet). Namun dari makanan sehari-hari juga bisa memenuhi kebutuhan asam folat, hanya tinggal mengganti beberapa lauk atau pilihan bahan makanan yang kaya asam folat. Misal, lauk pilih yang tinggi folat seperti hati atau daging merah. Atau, bila dahulu terbiasa memakan tempe/tahu, kini bisa ditambahkan pula snack bubur kacang hijau ataupun susu kedelai serta sayuran.
Prinsipnya sama dengan gizi seimbang namun ditekankan memilih bahan makanan yang tinggi folat.

Konsumsi Kombinasi
Nah, karena vitamin B termasuk vitamin yang larut air, mengolah makanan mengandung asam folat juga sebaiknya memperhatikan banyaknya kuah yang dipergunakan. Jangan membuat sayur atau makanan dengan kuah yang terlalu banyak. Kalau kuahnya terlalu banyak, asam folatnya akan terbuang percuma. Bila perlu, cukup tumis saja dengan kuah yang sangat sedikit, sehingga air dan makanannya terkonsumsi semua.
Dan, sebaiknya, konsumsi juga kuahnya, karena akan lebih banyak kandungan asam folat di dalam kuah tersebut.
Memaksimalkan asupan asam folat juga bisa dilakukan dengan mengombinasi konsumsi makanan dengan sumber asam folat lain. Misalnya, mengonsumsi sayuran hijau dengan snack  kacang-kacangan, lauk hati ayam dengan sayuran hijau, mengombinasikan makanan berbahan aneka kacang-kacangan, dan sebagainya.
Bila makanan alami ini dikonsumsi dengan takaran dan pengolahan makanan yang  tepat, ke butuhan asam folat tak harus ditambah dengan mengonsumsi susu yang difortifikasi asam folat.
Mengingat pentingnya fungsi dari asam folat di trimester pertama kehamilan, sebaiknya wanita memenuhi kebutuhan asam folatnya setiap hari meski tidak sedang merencanakan untuk mengandung. Begitu pula setelah mengandung dan menyusui.
“Sebenarnya asam folat dibutuhkan sedari hamil hingga menyusui. Karena sejak dalam proses trimester pertama itulah dasar dibentuknya sel-sel janin dan itu tidak berhenti hingga masa menyusui, sehingga bisa dikatakan hamil-menyusui itu satu paket,” ungkap Pritasari.
Apalagi bagi wanita hamil yang pada beberapa kasus rentan mengalami anemia, makanan sumber asam folat seperti hati ayam yang mengandung protein dan zat besi (Fe), juga dapat mencegah anemia.
Konsumsi Tepat Asam Folat
Mengupayakan konsumsi makanan mengandung asam folat penting bagi ibu hamil dan menyusui. Berikut tips dari Pritasari agar tepat mengonsumsi makanan penyuplai asam folat!
Konsumsi kombinasi kacang-kacangan setiap hari, setidaknya 3 kali menu kacang-kacangan dalam sehari.
Upayakan asupan 3 kali lauk hewani dalam sehari. Bila dirasa mahal, pilih yang terjangkau harganya, tambahkan menu kacang-kacangan (wajib).
Lauk hati bisa digantikan daging merah bila merasa bosan.
Masukkan sumber kacang-kacangan dalam pola makan sehari-hari.
Sayuran bukan hanya baik sebagai sumber asam folat namun seratnya juga bermanfaat memperlancar BAB. Jadi konsumsi sayuran setiap hari, khususnya ketika memasuki trimester kedua dan ketiga kehamilan dimana sering terjadi masalah saluran cerna.


Sumber : tabloid Nova